15 Maret 2013 - 06:03

Dengan segala pembelaan, dukungan moril dan perjuangannya menghadapi segala bentuk kezaliman dan penjajahan, penentangannya terhadap Amerika Serikat yang menyerang Irak, terhadap agresi biadab Israel terhadap rakyat Gaza, Hugo Chavez tidak mendapat balasan apa-apa dari para raja Arab. Tidak hadir dalam acara pemakaman dan tidak pula ucapan belasungkawa sedikit pun. Ada apa dengan raja-raja Arab ini?.

Menurut Kantor Berita ABNA, Koran al Arabi terbitan London dalam tajuk utamanya (11/3) menuliskan, "Jutaan orang di Venezuela hadir dalam acara pemakaman jenazah Hugo Chavez, kebanyakan dari mereka adalah rakyat jelata, aktivis HAM, pendamba keadilan dan perdamaian dunia." Hugo Chavez sedikit dari pemimpin Negara yang berani menentang Amerika Serikat yang terpilih melalui pemungutan suara dan ditetapkan menjadi presiden Venezuela untuk beberapa kali. Ia memenangi pilpres tahun 1998, dan kembali terpilih menjadi presiden untuk periode 2000, 2006, dan 2012. Hugo Chavez menentang segala bentuk kezaliman dan penjajahan di muka bumi. Dia diantara sedikit presiden yang secara terbuka dan terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk membebaskan diri dari penjajahan rezim Zionis. Tidak hanya sekedar menyatakan pembelaan dan dukungan terhadap rakyat Palestina, Chavez bahkan mengusir duta besar Israel dari negaranya dan menutup kantor kedutaan besar Israel di Venezuela.

Presiden yang dikenal sangat dekat dengan kaum miskin dan rakyat jelata ini meninggal dunia di rumah sakit militer di Caracas setelah beberapa lama harus melawan penyakit kanker yang diidapnya. Beliau dikenal dengan kebijakan-kebijakannya yang sangat populis dan merakyat. Ia anugerah bukan hanya bagi rakyat miskin Venezuela dan Amerika Latin namun juga bagi Negara-negara miskin di Afrika dengan menjual minyak kenegara-negara tersebut dengan harga yang sangat murah.

Meskipun secara terang-terangan menyatakan dukungan dan pembelaannya terhadap pembebasan rakyat Palestina dari cengkraman rezim penjajah Israel, sangat disayangkan, selain Bashar Assad tidak ada pemimpin Arab lainnya yang mengucapkan bela sungkawa dan turut berduka cita atas kematian presiden Venezuela tersebut. Presiden Suriah Bashar al-Assad menyebut kepergian Chavez sebagai "kehilangan besar" untuk Suriah.

"Kematian pemimpin unik ini adalah kerugian besar bagi saya pribadi dan orang-orang Suriah," kata Assad dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah pada Rabu (6/3). "Chavez telah berdiri membela hak-hak Arab yang sah. Ia berdiri terhormat melawan konspirasi terhadap Suriah," Lanjut presiden Suriah tersebut.

Dalam upacara pemakamannya di aula Akademi Militer Venezuela di Caracas, satu-satunya pemimpin Negara dari kawasan Timur Tengah yang turut hadir dalam upacara tersebut hanyalah DR. Mahmud Ahmadi Nejad, presiden Republik Islam Iran. Dalam pesannya kepada pemerintahan Venezuela yang dirilis Rabu (6/3), Ahmadinejad menyebut Chavez seorang "syahid di jalan pengkhidmatan terhadap rakyat Venezuela dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan revolusi." Pemerintah Iran juga mengumumkan satu hari berkabung nasional atas kematian pemimpin Venezuela ini.

Dengan segala pembelaan, dukungan moril dan perjuangannya menghadapi segala bentuk kezaliman dan penjajahan, penentangannya terhadap Amerika Serikat yang menyerang Irak, terhadap agresi biadab Israel terhadap rakyat Gaza, Hugo Chavez tidak mendapat balasan apa-apa dari para raja Arab. Tidak hadir dalam acara pemakaman dan tidak pula ucapan belasungkawa sedikit pun. Ada apa dengan raja-raja Arab ini?.